Pemanfaatan Internet Untuk Menyebarkan Konten Positif Bagi Pemuka Agama


Akses Internet Merawat Toleransi 

Berdasarkan  temuan  Kementerian  Komunikasi  dan  Informatika  Republik Indonesia  (Kemenkominfo)  dan  Asosiasi  Penyelenggara  Jasa  Internet  Indonesia (APJII),  pengguna  Internet  di  Indonesia sangat tinggi saat pandemi. Artinya,  Internet  saat  ini memegang peranan penting bagi generasi masa depan Indonesia.

Kebebasan lalu lintas informasi di internet memungkinkan terjadinya penyebaran informasi yang
tidak dapat dipertanggung  jawabkan  sumber  kebenarannya  atau  hoax, bahkan dapat berdampak pada perilaku  anarkis  akibat  saling berargumen di media  social. Penyebaran  isu  Suku,  Agama,  Ras,  dan  Antar-golongan (SARA)  di  Media  Sosial  (Medsos) selalu mengalami  peningkatan  di  saat  pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

Fenomena  tersebut membuat  kita  berpikir ulang tentang  kerukunan  bangsa  ini  jika kenyataannya  masyarakat malah asik sendiri dengan dunia maya. 

Pemuka agama memiliki  peran  sosial  yang  tinggi  sebagai harapan bangsa dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama di masyarakat di dunia nyata atau dunia maya. Dengan terus  memupuk  kerukunan  umat  beragama.

Tetapi di Indonesia sering kali terjadi konflik atas nama agama di mana mereka saling mengkalim agamanya yang paling benar tanpa menyadari bahwa semua agama telah mengajarkan kebaikan. 

Adanya  konflik  juga  bisa  dipengaruhioleh  adanya  perkembangan  arus globalisasi, di mana semua orang dapat menerima informasi dengan cepat. Hal itu jika tidak di  gunakan dengan bijak maka  akan berdampak buruk, misalnya  tersebarnya berita hoax yang mengatas namakan hingga terjadi konflik antar umat beragama. Maka dari  itu dalam penggunaan  internet pemuka agama harus bisa memfilter  informasi-informasi  yang  diterima  mengingat  pemuka agama  memiliki  peran terhadap  pergerakan  kemajuan  bangsa  dimasa  depan.  

Peran media sosial dapat dijadikan sebagai sarana untuk membangun kerukunan antar masyarakat  lintas  agama,  seperti  yang dilakukan oleh  nahdlatul ulama. Penggunaan  sosial  media  dianataranya  yaitu  untuk  sarana  komunikasi,  mengajak orang-orang  untuk  memahami  perdamaian  dan  untuk  hidup  saling  mengasihi sehingga  dapat  tercipta  suatu  perdamian  dalam  kehidupan masyarakat.
 

Masyarakat Menolak Pemuka Agama Ajarkan Intoleransi

Saat ini masyarakat menilai tindakan keji yang mengatasnamakan agama semakin marak terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Tindakan tersebut selalu dimulai dari intoleransi. Kemudian dilanjutkan dengan ujaran kebencian untuk menghasut tindak kekerasan yang dibalut dengan ajaran agama. 

Tindakan kekejian dan kekerasan yang mengatasnamakan agama atau seolah-olah sebagai perintah agama. 

Untuk mengatasi situasi itu, perlu menekankan pentingnya toleransi. Para pemuka agama diharapkan dapat menumbuhkan ajaran toleransi lewat moderasi beragama terutama melalui media online.

 

Penggunaan Internet oleh Gerakan Salafisme di Indonesia 

Internet pada kenyataannya menyediakan peluang-peluang baru yang ternyata disambut dengan baik oleh komunitas  agama  dan  dijadikannya  bagian  dari  budayanya  sesuai  kepentingan  dan  kebutuhannya.  

Asep Muhamad Iqbal dalam Jurnal Komunikasi Indonesia menunjukkan dengan jelas adanya dampak pemanfaatan internet bagi agama.  Eksplorasi  atas  penggunaan  internet  oleh  salafisme di Indonesia menunjukan bahwa pada dasarnya pengikut gerakan ini merespon internet.   Mereka   menjadikan   internet   sebagai   sarana   untuk   mengkomunikasikan, mempromosikan   dan   mempertegas identitas kolektif mereka. Secara lebih spesifik, respon pemanfaatan internet ini terwujud dalam bentuk-bentuk fungsi seperti berikut:

1. Sebagai alat ideologis

2. Sebagai alat polemis dalam hal mereka menyatakan perang di cyberspace melawan mereka yang dianggap telah menyimpang 

3. Sebagai medium untuk merespon isu-isu kontemporer yang muncul di masyarakat lokal dan global

4. Membangun jaringan dan kaitan 

 

Nusantara Command Center 

Tahun 2017, PBNU meresmikan Nusantara Command Center (NCC) di gedung PBNU, Jakarta. Peresmian dilakukan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Rudiantara, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, dan Direktur Utama PT XL Axiata Tbk Dian Siswarini.

Kiai Said mengajak semua pihak, bersama Nahdlatul Ulama, untuk merapatkan barisan dalam membendung pihak-pihak yang melakukan upaya memecah-belah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Mengajak siapa pun, untuk aktif, agresif membendung aliran keras melalui media YouTube, Instagram, Facebook, Website dan lain sebagainya. Nahdlatul Ulama mengajak semua pihak untuk melakukan dakwah dengan penuh hikmah melalui teknologi. 

 

Konten Yang Patut di Share

Jika pemuka agama masih bingung harus mulai dari mana, sebagai sumber inspirasi berikut di sajikan beberapa jenis konten positif yang patut bagikan di media sosial, yakni :

  • Inspiratif
  • Edukatif
  • Informatif
  • Menghibur  

Disampaikan dalam webinar Literasi Digital Nasional Download PDF Disini